DOCUMENT

MAKALAH
TEKNIK PEMBUATAN MEDIA
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur dalam
Mata Kuliah MEDIA PEMBELAJARAN
Oleh:
MISNAYETTI            (2313.017)
NURHAYANI             (2313.021)
RIA AGUSTIANI       (2313.027)
SONYA ANISSA        (2313.028)
Dosen Pembimbing: 
ARIFMIBOY, S. Ag, M. Pd
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BUKITTINGGI
2015 M / 1436 H
 

KATA PENGANTAR
   
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “TEKNIK PEMBUATAN MEDIA”. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas yang diberikan dalam mata kuliah Media Pembelajaran.
Dalam penulisan makalah ini penulis telah  banyak mendapatkan bantuan baik moril maupun materi dari berbagai pihak. Untuk itu penulis ucapkan terimakasih kepada bapak Arifmiboy, S. Ag, M. Pd  selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini dan ucapan terimakasih kepada:
  1. Kedua Orang Tua yang telah memberikan dukungan moril dan materil.
  2. Serta teman – teman yang ikut membantu dalam penyusunan makalah ini.
Sehingga bantuan, saran dan bimbingan yang telah diberikan kepada penulis dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah dengan baik dan semaksimal mungkin.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu penulis mengharapkan masukan – masukan, kritik dan saran serta tanggapan terhadap kekurangan dalam penulisan makalah  ini, guna perbaikan dimasa yang akan datang.
Demikianlah kiranya yang dapat penulis sampaikan semoga makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua.
                                                                                   Bukittinggi,     Mei 2015 
                           Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang.................................................................................1
  2. Rumusan Masalah ...........................................................................1
  3. Tujuan Pembelajaran........................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
  1. FLIPCHART....................................................................................2
  2. FLASH CARD ...............................................................................10
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN...............................................................................13
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 1997. Media Pengajaran.Jakarta : Rajawali Pers
Asnawir dan M.Basyiruddin Usman. 2002. Media Pembelajaran.Jakarta : Ciputat Pres
Danim, Sudarwan. 1995. Media Komunikasi Pendidikan.Jakarta : Bumi Aksara
 
 BAB III
PENUTUP
A.                   Kesimpulan
            Camtasia adalah software untuk membuat capture dari screen monitor menjadi single file atau AVI file. Camtasia dapat melakukan capture untuk area desktop, screen, fix area atau sebuah area dengan melakukan square pada desktop. Juga untuk melakukan capture dibagi atas sebuah atau multiple file dan juga menghasilkan avi file.
B.     Saran 
Semoga makalah ini bisa  membuat pembaca lebih banyak mengerti tentang apa itu Macromedia Camtasia dan bagaimana cara membuat Macromedia Camtasia.
Sehingga bagi calon pendidik ataupun mahasiswa dapat  memudahkan dalam proses pembelajaran baik menampilkan dalam bentuk diskusi maupun sebagai bahan ajar.


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Media berfungsi untuk tujuan instruksi di mana informasi yang terdapat dalam media itu harus melibatkan siswa baik dalam benak atau mental maupun dalam bentuk aktivitas yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi. Materi harus dirancang secara lebih sistematis dan psikologis dilihat dari segi prinsip-prinsip belajar agar dapat menyiapkan instruksi yang efektif. Di samping menyenangkan, media pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan memenuhi kebutuhan perorang siswa. Salah satu bentuk media adalah blog. Pemakalah tertarik untuk membahas tentang blog didalam makalah ini.
B.     Rumusan Masalah
Permasalahan yang dapat penulis rumuskan adalah sebagai berikut :
  1. Apa pengertian blog dan istilah-istilah yang berkaitan dengan blog?
  2. Apa saja jenis-jenis blog itu?
  3. Apa fungsi dan kegunaan blog?
  4. Apa saja ciri-ciri dari blog itu?
  5. Bagaimana tujuan blog itu?
  6. Bagaimana etika blogger itu?
  7. Bagaimana cara membuat blog?
  8. Bagaimana cara memasukkan file kedalam blog?
C . Tujuan Penulisan            
1.      Untuk mengetahui pengertian blog dan istilah-istilah yang berkaitan dengan blog.
2.            Untuk mengetahui jenis-jenis blog.
3.            Untuk mengetahui fungsi dan kegunaan blog
4.            Untuk mengetahui ciri-ciri blog.
5.            Untuk mengetahui tujuan blog.
6.            Untuk mengetahui etika blogger.
7.            Untuk mengetahui cara membuat blog.
8.            Untuk mengetahui cara memasukkan file kedalam blog.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Blog dan Beberapa Istilah Tentang Blog
Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
Blogger
Blogger adalah suatu media Internet yang menyediakan sebuah catatan pribadi yang bisa dilihat oleh semua pengguna Internet dan menjadi sebuah media untuk berbagi informasi dengan mudah dan gratis. Selain itu blogger merupakan sebuah ikatan yang terbentuk dari para blogger berdasarkan dengan kesamaan tertentu, misal : kesamaan daerah, kesamaan sekolah, kesamaan hobi, dan kesamaan lainnya. Untuk bisa bergabung dengan sebuah komunitas blogger biasanya ada syarat tertentu misalnya berasal dari daerah tertentu. Dan blogger ini bisa diartikan orang yang suka menulis artikel pada blog.
Blogging
Blogging adalah suatu cara kita mengkomunikasikan sebuah gagasan pikiran atau ide kita, lalu menuangkannya kedalam sebuah blog untuk dijakan sebuah artikel atau postingan. Seberapa besar kemampuan kita dalam berkomunikasi akan sangat menentukan kesuksesan dan kepopularitasan dalam sebuah blogging. Biasanya para blogger pemula melakukan aktifitas blogging dengan mengisi sebuah buku tamu, mereka menyimpan atau menempelkan sebuah link blog mereka masing-masing dan mengharapkan sebuah kunjungan ke blog mereka, atau dengan cara berkomentar untuk medapatkan sebuah komentar balik disalah satu artikelnya. Cara ini memang sangat efektif dan relevan untuk dilakukan oleh seorang blogger pemula yang belum memiliki kepopularitasan masing-masing.
Blogspot
Blogspot merupakan sebuah layanan gratis untuk membuat suatu blog yang merupakan salah satu produk dari Google. Dengan menggunakan sebuah blogspot Anda dapat membuat sebuah blog untuk menuliskan atau menuangkan sebuah ide Anda untuk menjadikan blog Anda lebih populer, selain itu Anda dapat mendapatkan uang dari hasil blog Anda. Jadi mari kita manfaatkan layanan gratis dari Google untuk mencari uang maupun berekspresi di dunia Internet.
Splogs
Splogs adalah singkatan dari spam blog, splogs umumnya berisi informasi spam yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan bersifat merugikan seseorang maupun pihak lain.
Risiko kejahatan
Karena blog sering digunakan untuk menulis aktivitas sehari-hari yang terjadi pada penulisnya, ataupun merefleksikan pandangan-pandangan penulisnya tentang berbagai macam topik yang terjadi dan untuk berbagi informasi - blog menjadi sumber informasi bagi para hacker, pencuri identitas, mata-mata, dan lain sebagainya. Banyak berkas-berkas rahasia dan penulisan isu sensitif ditemukan dalam blog-blog. Hal ini berakibat dipecatnya seseorang dari pekerjaannya, diblokir aksesnya, didenda, dan bahkan ditangkap.
B.     Jenis-Jenis Blog
·         Blog politik: Tentang berita, politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog (Seperti kampanye).
·         Blog pribadi: Disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan, dan perbincangan teman.
·         Blog bertopik: Blog yang membahas tentang sesuatu, dan fokus pada bahasan tertentu.
·         Blog kesehatan: Lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-ketarangan tentang kesehatan, dll.
·         Blog sastra: Lebih dikenal sebagai litblog (Literary blog).
·         Blog perjalanan: Fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan/traveling.
·         Blog mode: Lebih dikenal dengan "fashion blog". Isinya seputar gaya, perkembangan mode, selera fesyen, liputan pameran mode, dan lain-lain.
·         Blog riset: Persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.
·         Blog hukum: Persoalan tentang hukum atau urusan hukum; disebut juga dengan blawgs (Blog Laws).
·         Blog media: Berfokus pada bahasan berbagai macam informasi
·         Blog agama: Membahas tentang agama
·         Blog pendidikan: Biasanya ditulis oleh pelajar atau guru.
·         Blog kebersamaan: Topik lebih spesifik ditulis oleh kelompok tertentu.
·         Blog petunjuk (directory): Berisi ratusan link halaman website.
·         Blog bisnis: Digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnis mereka
·         Blog pengejawantahan: Fokus tentang objek di luar manusia; seperti anjing
·         Blog pengganggu (spam): Digunakan untuk promosi bisnis affiliate; juga dikenal sebagai splogs (Spam Blog)
·         Blog virus (virus): Digunakan untuk merusak
C.    Fungsi dan Kegunaan Blog
Fungsi blog sangat banyak sekali dirasakan sampai saat ini, dari yang mulanya hanya sebagai tempat wadah online untuk menulis berbagai hal berupa catatan dari seorang blogger sebagai admin dari weblog yang dimilikinya. Kini blog dijadikan sebagai sarana berpromosi yang ampuh dan juga bisa menjadi sumber pendapatan uang yang berlimpah dengan cara memasang iklan dan lain sebagainya
D.    Ciri-ciri Blog
1.      Memiliki Nama dan Alamat yang bisa diakses secara online
2.      Memiliki tujuan
3.      Memiliki isi atau postingan yang berupa artikel, catatan, dan informasi lainnya
4.      Postingan atau isi blog terarsip (tersimpan sesuai tanggal, bulan dan tahun posting)
5.      Isi Blog umumnya selalu bertambah atau terupdate sesuai dengan tujuan blog
E.     Tujuan Blog
·         Menyampaikan informasi yang bermanfaat untuk diri sendiri maupun bagi orang lain
·         Memberikan keuntungan bagi diri sendiri maupun orang lain
·         Menyalurkan hobby dan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif
·         Berkarya atau aktualisasi diri
·         Saling bertukar pengetahuan dengan pembaca, blogger menulis, pengunjung memberikan tanggapan atau komentar
·         Berbagi pengalaman 
·         berbagi software berguna, seperti foto, film/video, dokumen, dsb
·         banyak lagi, sesuai dengan jenis / topik yang diangkat
Karena blog bermacam-macam jenisnya, maka tujuan blog juga dipengaruhi oleh jenis blog tersebut. misal :
    1. Tujuan Blog Pribadi : bertujuan untuk memberikan informasi yang update tentang diri pemilik blog. Seputar pengalaman, hal-hal yang berkesan, catatan harian, catatan perjalanan pribadi, dan sebagainya
    2. Tujuan Blog Kesehatan : bertujuan untuk memberikan informasi kesehatan terkini
    3. Tujuan Blog bisnis : bertujuan untuk memberikan informasi terkini seputar bisnis sebuah perusahaan
F.     Etika Blogger
·         Memiliki tujuan yang baik
·         Membuat artikel/postingan yang asli, bukan hasil copy paste (plagiat) atau kegiatan lain yang melanggar hak cipta (tanpa ijin pemilik)
·         Tidak membuat postingan yang merugikan orang lain, mengganggu, menipu (spam), mengandung kekerasan, isu sara, dan hal negatif lainnya
G.    Cara Membuat Blog
    1. Untuk membuat blog anda harus mempunyai akun gmail. Caranya yaitu, klik buat akun.
    1. Isi data dengan lengkap, apa bila data sudah lengkap klik langkah selanjutnya.
    1. Verivikasi akun anda, kode verivikasi akan muncul melalui sms dengan nomor telfon yang anda berikan pada saat pengisian data
    1. Setelah itu akan terlihat seperti gambar dibawah ini
    1. Banyak feature-feature yang muncul, maka kliklah bogger
    1. Selanjutnya kita akan disuruh untuk loggin kembali
    1. Ikutilah langkah selanjutnya seperti gambar dibawah ini, ini adalah tahap akhir.
    1. Blogger sudah bisa digunakan, anda bisa mengganti foto profil anda dengan foto/gambar yang anda inginkan.
H.    Cara Memasukkan File kedalam Blog
    1. Klik blok baru
    1. Isilah judul dan alamat blog anda, dan pilihlah template yang anda inginkan lalu klik buat blog
    1. Editlah dengan menekan gambar pensil
    1. Masukkan gambar dengan menklik icon gambar seperti yang terlihat dibawah ini.
    1. Upload foto/gambar yang diinginkan, kita bisa mengambil gambar tersebut dari hp anda, dari laptop anda dan sebagainya dengan cara klik pilih file
    1. Klik add selected
    1. Gambar yang anda upload akan muncul, setelah itu klik publikasikan
    1. Gambar yang anda upload sudah ada diblog anda seperti yang ditampilkan pada gambar dibawah ini
BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Blog juga berfungsi didalam media pembelajaran
B.     SARAN
Kekurangan dalam makalah ini jelas masih ada, oleh sebab itu dengan hati yang tulus dan lapang dada, penulis memohon masukan untuk lebih menyempurnakan makalah ini dimasa yang akan datang. Mudah-mudahan makalah ini memberi manfaat bagi siapa saja yang membaca.


DAFTAR PUSTAKA
Blood, Rebecca (September 7, 2000). "Weblogs: A History And Perspective"
Pengertian Blog, Blogger, Blogging, dan Blogspot - Ficri Pebriyana.htm
Bentuk Klasifikasi Media Pembelajaran
https://erlinna.files.wordpress.com/2011/05/kik.jpg?w=645
1. Klasifikasi berdasarkan Bentuk dan ciri fisik media pembelajaran
Yang dikemukakan oleh Setyosari & Sihkabuden (2005)
a. Media pembelajaran dua dimensi
yaitu media yang penampilannya tanpa menggunakan media proyeksi dan berukuranpanjang kali lebar saja serta hanya diamati dari satu arah pandangan saja. Misalnyapeta, gambar bagan, dan semua jenis media yang hanya dilihat dari sisi datar saja.
b. Media pembelajaran tiga dimensi
yaitu media yang penampilannya tanpa menggunakan media proyeksi danmempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi/tebal serta dapat diamati dari arahpandang mana saja. misalnya meja, kursi, mobil, rumah, gunung, dan sebagainya.
c. Media pandang diam
yaitu media yang menggunakan media proyeksi yang hanya menampilkan gambar diam di layar (tidak bergerak/statis). Misalnya foto, tulisan, atau gambar binatangyang dapat diproyeksikan.
Media pandang gerakyaitu media yang menggunakan merdia proyeksi yang dapat menampilkan gambar bergerak dilayar, termasuk media televisi dan video tape recorder termasuk mediapandang gerak yang disajikan melalui layar (screen) di komputer atau layar lainnya
2. Klasifikasi berdasarkan pesepsi indera
Menurut Sulaiman penggolongan media pembelajaran sebagai berikut :
a. Media audio: media yang menghasilkan bunyi, misalnya Audio Cassette TapeRecorder, dan Radio.
b. Media visual: media visual dua dimensi, dan media visual tiga dimensi.
c. Media audio-visual: media yang dapat menghasilkan rupa dan suara dalam suatuunit media. Misalnya film bersuara dan televisi.
d. Media audio motion visual: penggunaan segala kemampuan audio dan visual kedalam kelas, seperti televisi, video tape/cassette recorder dan sound-film.
e. Media audio still visual: media lengkap kecuali penampilan motion/geraknya tidakada, seperti sound-filmstrip, sound-slides, dan rekaman still pada televisi
f. Media audio semi-motion: media yang berkemampuan menampilkan titik-titik tetapitidak bisa menstransmit secara utuh suatu motion yang nyata. Misalnya: telewritingdan recorded telewriting.
3. Menurut Pengalaman yang diperoleh
Thomas secara sederhana menggolongkan media pembelajaran ke dalam tiga jenjang pengalaman, yaitu sebagai berikut.
a. Pengalaman langsung (the real life experiences)
Berupa pengalaman langsung dalam suatu peristiwa (firs hands experiences) maupun mengamati kejadian atau objek sebenarnya.
b. Pengalaman tiruan (the subtitute of the real experiences)
Berupa tiruan atau model dari objek atau benda yang berwujud model tiruan, tiruandari situasi melalui dramatisasi atau sandiwara dan berbagai rekaman atau objekatau kejadian.
c. Pengalaman dari kata-kata (words only )
Berupa kata-kata lisan yang diucapkan, rekaman kata-kata dari media perekam dan kata-kata yang ditulis maupun dicetak
Edgar Dale dalam bukunya “Audio Visual Methode in Teaching” mengklasifikasi mediapembelajaran berdasarkan jenjang pengalaman yang diperoleh orang yang belajar.Dalam kerucut pengalaman Dale ini jenjang pengalaman disusun secara urut menuruttingkat kekongkritan dan keabstrakkannya.Pengalaman yang paling kongkrit diletakkanpada dasar kerucut dan semakin ke puncak pengalaman yang diperoleh semakin abstrak. Berikut kerucut pengalaman dale :
https://erlinna.files.wordpress.com/2011/05/gee.jpg?w=645
Kerucut pengalaman dale
4. Menurut Penggunaannya
Menurut Gerlach dan Ely sebagai berikut :
a. Media pembelajaran yang penggunaannya secara individual.Misalnya laboratorium bahasa, IPA, IPS serat laboratorium Pusat Sumber Belajar.
b. Media pembelajaran yang penggunaannya secara kelompok (misal film dan slides)
c. Media pembelajaran yang penggunaannya secara massal
misalnya televisi
Posted by isra dwiningrum on 06.09
0
Setiap jenis media memiliki karakteristik masing-masing dan menampilkan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses belajar peserta didik. Agar peran sumber dan media belajar menunjukkan pada suatu jenis media tertentu, maka pada media-media belajar itu perlu diklasifikasikan menurut suatu metode tertentu sesuai dengan sifat dan fungsinya terhadap pembelajaran. Pengelompokan itu penting untuk memudahkan para pendidik dalam memahami sifat media dan dalam menentukan media yang cocok untuk pembelajaran atau topik pembelajaran tertentu.
Media pembelajaran apabila dilihat dari sudut pandang yang luas, tidak hanya terbatas pada alat-alat audio, visual, audio-visual saja. Melainkan sampai pada kondisi pribadi pembelajar dan tingkah laku pengajar. Maka media pembelajaran dapat diklasifikasikan, yaitu: a) media simbol, b) media audio-visual, c) media teknik, d) kumpulan benda-benda, dan e) contoh-contoh kelakuan (Daryanto,2011;40).
Adapun penjelasan mengenai klasifikasi media, adalah sebagai berikut: 
a.       Bahan yang mengutamakan kegiatan membaca atau dengan menggunakan simbol-simbol kata dan visual (bahan-bahan cetakan dan bacaan).
b.      Alat-alat audio-visual, alat-alat yang tergolong ke dalam kategori ini, yaitu:
1)      Media proyeksi (overhead projector, slide, film, dan LCD).
2)      Media non-proyeksi (papan tulis, poster, papan temple, kartun, papan planel, komik, bagan, diagram, gambar, grafik, dan lain-lain).
3)      Benda tiga dimensi antara lain benda tiruan, diorama, boneka, topeng, lembaran balik, peta, globe, pameran, dan museum sekolah.
c.       Media yang menggunakan teknik atau masinal, yaitu, slide, film strif, film rekaman, radio, televisi, video, VCD, laboratorium elektronik, perkakas otoinstruktif, ruang kelas otomatis, sistem interkomunikasi, komputer, dan internet.
d.      Kumpulan benda-benda (material collections), yaitu berupa peninggalan sejarah, dokumentasi, bahan-bahan yang memiliki nilai-nilai sejarah, jenis kehidupan, mata pencarian, industri, perbankan, perdagangan, pemerintahan, agama, kebudayaan, politik, dan lain-lain.
e.       Contoh-contoh kelakuan, perilaku pengajar. Pengajar memberi contoh perilaku atau suatu perbuatan. Misalnya, mencontohkan suatu perbuatan dengan gerakan tangan dan kaki, gerakan badan, mimik, dan lain-lain.
Dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam, contoh dan kelakuan pengajar yang dimaksud adalah memberi uswatun hasanah kepada pembelajar. Seorang pengajar harus berusaha memberikan contoh yang baik kepada pembelajar baik ketika dalam proses pembelajaran di kelas, maupun di luar kelas, maupun di luar lingkungan sekolah. Sebab perbuatan dan tingkah laku pengajar di dalam kelas maupun di luar kelas akan menjadi contoh bagi pembelajar dan dianut. Dengan demikian media pembelajaran dari sudut pandang yang luas, tidak hanya terbatas pada alat-alat audio visual yang digunakan saja, tetapi sampai pada tingkah laku pengajar dan kondisi pribadi pembelajar.
Dari beberapa pengelompokan media yang disusun para ahli, ada lima kategori media pembelajaran menurut Setyosari & Sihkabudden sebagaimana dipaparkan dalam Rayandra Asyhar, yakni: a) berdasarkan ciri fisik, b) berdasarkan unsur pokoknya, c) berdasarkan pengalaman belajar, d) berdasarkan penggunaan, dan e) berdasarkan hirarki manfaat (Asyhar,2011; 46).
a.       Pengelompokan berdasarkan ciri fisik
Berdasarkan ciri dan bentuk fisiknya, media pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam empat macam, yaitu:
1)      Media pembelajaran dua dimensi (2D), yaitu media yang tampilannya dapat diamati dari satu arah pandangan saja yang hanya dilihat dimensi panjang dan lebarnya saja, misalnya foto, grafik, peta, gambar, bagan, papan tulis, dan semua jenis media yang hanya dilihat dari sisi datar saja.
2)      Media pembelajaran tiga dimensi (3D), yaitu media yang tampilannya dapat diamati dari arah pandang mana saja dan mempunyai dimensi panjang, lebar dan tinggi/tebal. Beberapa contohnya antara lain adalah model, prototipe, bola, kotak, meja, kursi, mobil, rumah, gunung, dan alam sekitar.
3)      Media pandang diam (still picture), yaitu media yang menggunakan media proyeksi yang hanya menampilkan gambar diam (tidak bergerak) pada layar. Misalnya foto, lukisan, gambar binatang atau gambar alam semesta yang diproyeksikan dalam kegiatan pembelajaran.
4)      Media pandang gerak (motion picture), yaitu media yang menggunakan media proyeksi yang dapat menampilkan gambar bergerak dilayar, termasuk media televisi, film atau video recorder termasuk media pandang gerak yang disajikan melalui layar monitor (screen) di komputer atau layar LCD dan sebagainya.
b.      Pengelompokan berdasarkan unsur pokoknya
Berdasarkan unsur pokok atau indera yang dirangsang, media pembelajaran diklasifikasikan menjadi tiga macam, yakni media visual, media audio dan media audio-visual. Ketiga penggolongan ini dijabarkan lebih lanjut oleh Sulaiman dalam Rayandra Asyhar menjadi sepuluh macam, yaitu:
1)      Media audio: media yang menghasilkan bunyi, misalnya audio cassette tape recorder, dan radio.
2)      Media visual: media visual dua dimensi dan media visual tiga dimensi.
3)      Media audio-visual: media yang dapat menghasilkan rupa dan suara dalam suatu unit media.
4)      Media audio motion visual: penggunaan segala kemampuan audio dan visual ke dalam kelas, seperti televisi, video tape/cassette recorder dan sound-film.
5)      Media audio still visual: media lengkap kecuali penampilan motion/geraknya tidak ada, seperti sound-filmstrip, sound-slides, dan rekaman still pada televisi.
6)      Media audio semi-motion: media yang berkemampuan menampilkan titik-titik tetapi tidak bisa menstransmit secara utuh suatu motion yang nyata. Misalnya: telewriting dan recorded telewriting.
7)      Media motion visual: silent film (film-bisu) dan (loop-film).
8)      Media still visual: gambar, slides, filmstrips, OHP dan transparansi.
9)      Media audio: telepon, radio, audio, tape recorder, dan audio disk.
10)  Media cetak: media yang hanya menampilkan informasi yang berupa simbol-simbol tertentu saja dan berupa alphanumeric, seperti buku-buku, modul, majalah, dll.
c.       Pengelompokan berdasarkan pengalaman belajar
Thomas dan Sutjiono dalam Rayandra Asyhar mengklasifikasikan media pembelajaran menjadi tiga kelompok, yakni pengalaman langsung, pengalaman tiruan dan pegalaman verbal.
1)      Pengalaman melalui informasi verbal, yaitu berupa kata-kata lisan yang diucapkan oleh pembelajar, termasuk rekaman kata-kata dari media perekam dan kata-kata yang ditulis maupun dicetak seperti bahan cetak, radio dan sejenisnya.
2)      Pengalaman media nyata, yaitu berupa pengalaman langsung dalam suatu peristiwa (first hand experience) maupun mengamati atau objek sebenarnya di lokasi. Media yang termasuk kelompok ini adalah alam semesta, real process/activities seperti sentra produksi, hutan, pasar dan sejenisnya.
3)      Pengalaman melalui media tiruan adalah berupa tiruan atau model dari suatu objek, proses atau benda. Tiruan tersebut bisa berwujud model, prototipe, simulasi proses, tiruan dari situasi melalui dari dramatisasi atau sandiwara, dan berbagai rekaman atau objek kejadian. Contohnya globe bumi sebagai model planet bumi.
d.      Pengelompokan berdasarkan penggunaan
Penggolongan media pembelajaran berdasarkan penggunaannya dapat dibagi dua kelompok, yaitu media yang dikelompokkan berdasarkan jumlah pengguna dan berdasarkan cara penggunaannya.
d.1. Berdasarkan jumlah penggunanya
                 Berdasarkan jumlah penggunanya, media pembelajaran dapat dibedakan ke dalam tiga macam, yakni:
1)   Media pembelajaran yang penggunaannya secara individual oleh peserta didik.
2)   Media pembelajaran yang penggunaannya secara berkelompok/kelas.
3)   Media pembelajaran yang penggunaannya secara masal.
d.2. Berdasarkan cara penggunaannya
                        Berdasarkan cara penggunaannya, media pembelajaran dibedakan menjadi dua, yaitu:
1)   Media tradisional atau konvensional (sederhana), misalnya peta, ritatoon (simbol-simbol grafis), rotatoon (gambar berseri), dll.
2)   Media modern atau kompleks, seperti komputer diintegrasikan dengan media-media elektronik lainnya.
e.       Pengelompokan berdasarkan hirarki manfaat media                     
Menurut Midun sebagaimana dalam Rayandra Asyhar, selain jumlah pengguna dan cara penggunaannya, media pembelajaran dapat pula digolongkan berdasarkan hirarki pemanfaatannya dalam pembelajaran. Hal ini diungkapkan oleh Duncan, yang ingin mensejajarkan biaya investasi, kelengkapan dan keluasan lingkup sasarannya di satu pihak dan kemudahan pengadaan serta penggunaan, keterbatasan lingkup sasaran dan rendahnya biaya di lain pihak, dengan tingkat kerumitan perangkat medianya dalam satu hirarki.
Dengan kata lain, semakin rumit jenis perangkat media yang dipakai, semakin mahal biaya investasinya, semakin susah pengadaannya, tetapi juga semakin umum penggunaannya dan semakin luas ruang lingkup sasarannya. Sebaliknya, semakin sederhana jenis perangkat medianya, semakin murah biayanya, semakin mudah penggunannya, semakin khusus dan lingkup sasarannya semakin terbatas



KATA PENGANTAR
          Segala puji dan syukur penulis haturkan kepada sang Kholiq yang tak pernah letih ataupun tidur dalam mengurus semua makhluk-Nya yang berada di langit maupun di bumi. Dialah Allah SWT, tuhan semesta alam dengan kekuasaan yang meliputi langit beserta isinya dan bumi beserta isinya pula. Dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, maka penulis dapat menyelesaikan makalah mengenai Camtasia Studio yang tentunya masih jauh dari kata sempurna ini.
Shalawat serta salam penulis sanjungkan kepada makhluk paling mulia di muka bumi ini. Makhluk yang diutus untuk menyempurnakan akhlak seluruh manusia di bumi. Dialah baginda besar, rasul agung, Rasulullah SAW. Semoga syafaat beliau senantiasa tercurah kepada para umatnya yang setia mengikuti jejaknya sampai akhir hayat nanti. Serta shalawat untuk keluarga beliau dan shahabat-shahabat beliau.
Penulis juga berharap bahwa apa yang sudah penulis tulis dapat bermanfaat bagi teman-teman pembaca dalam memperoleh pengetahuan tentang Materi Multimedia. Dan jika ada masukan, sekiranya tak segan untuk menambahkan supaya penulis dapat memperbaiki kesalahan dan kekurang dalam makalah ini.
                                                                                                         Duri, Juni 2014
                                                                                                              Penyusun
                                                                                                            Pemakalah
BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Camtasia Studio Software (perangkat lunak) yang dikembangkan oleh TechSmith Coorporation. Camtasia ini sendiri digunakan untuk merekam semua aktifitas yang ada pada desktop computer. Software ini bisa kita manfaatkan untuk membuat media pembelajaranberbasis multimedia dan e-learning yaitu dengan membuat vidio tutorial atau pelatihan dan membuat vidio presentasi.
Camtasia adalah software untuk membuat capture dari screen monitor menjadi single file atau AVI file. Camtasia dapat melakukan capture untuk area desktop, screen, fix area atau sebuah area dengan melakukan square pada desktop. Juga untuk melakukan capture dibagi atas sebuah atau multiple file dan juga menghasilkan avi file.
Untuk single file maupun multiple file, capture dilakukan satu persatu menjadi AVI. Capture avi file dapat disesuaikan frame ratenya dan dapat langsung mencompress avi file pada format yang ada di Windows. Camtasia umumnya digunakan untuk mereka yang menyukai presentasi dengan computer dan membuat capture atas presentasi yang tidak memiliki program untuk presentasi. Camtasia memiliki kelebihan untuk capture avi dengan option capture dan kekurangan pada capture single file yang tidak memiliki output file format selain AVI file.
B.               Rumusan Masalah 
  1. Apa pengertian dari Camtasia Studio?
  2. Bagaimana cara mengingstal Camtasia Studio?
  3. Bagaimana cara menggunakan Camtasia?
C.              Tujuan Penulisan
  1. Mengetahui pengertian Camtasia Studio.
  2. Megetahui bagaimna cara mengingstal Camtasia studio.
  3. Mengerti bagai cara menggunakanya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.         Pengertian Camtasia Studio
Camtasia Studio adalah sebuah studio video yang berisi beberapa konversi mengedit, merekam dan menangkap alat untuk desain profesional video, demo dan presentasi. Dengan antarmuka yang disempurnakan dan penyihir, pengguna baru akan lebih mudah belajar program ini daripada versi sebelumnya.
B.              Cara Mengingstal Camtasia Studio
1.      Anda harus sudah mempunyai software program Camtasia 6.
2.      Lalu pilih ‘Camtasia  6.02′ untuk menginstall
3.      Pilih “Next” untuk melanjutkan seperti yang ada pada gambar di bawah ini
4.      Akan ada dua pilihan . silahkan anda memilih yang pertama yaitu ‘I accept the licence agreement’ seperti yang ada pada gambar di bawah ini
5.      terbuka kotak dialog seperti gambar diatas tentang licensing cari data namanya crak camtasia 6.0.2  lalu buka dan isi pada seperti pada gambar di atas
6.      klik ‘Next’ untuk melanjutkan seperti gambar dibawah ini.
7.      beri tanda pada pilihan yang ada di gambar, jika ingin mengizinkan unuk adanya camtasia di power point. dan silahkan pilih ‘next’ untuk melanjutkan.
8.        silahkan pilih atau tandai yang ke-2 dan ke-3 lalu pilih ‘next’ untuk melanjutkan
9.      program akan terproses seperti pada gambar di bawah ini
10.  proses terakhir silahkan klik ‘finish’

C.    Cara Menggunakan Camtasia Studio 6.

Dalam percobaan ini kita menggunakan Camtasia Studio 6, pastikan aplikasi ini sudah terinstalasi di komputer Anda untuk menjalankan langkah berikutnya. Bukalah aplikasi Camtasia Studio 6 di komputer Anda. Maka untuk pertama kalinya akan tampil seperti ini.
Untuk mulai merekam tampilan layar monitor Anda, klik Record the screen, maka akan tampil tools untuk merekam layar monitor Anda.
Terdapat beberapa bagian penting pada tools ini yaitu Select Area yang mana menentukan apakah kita ingin merekam satu layar penuh atau sebagian layar saja, kita juga bisa mengatur dimensi capture video yang ingin kita rekam.
Settings memberikan kita pilihan apakah kita ingin mengaktifkan webcam, mengaktifkan audio dari komputer kita saat itu atau tidak ketika proses perekaman, serta pengaturan volume suara. Di samping itu kita bisa melihat ada tombol REC, yang mana tombol inilah yang akan kita gunakan untuk mulai merekam video. Silahkan diklik tombol tersebut.
Jika tombol REC diklik, maka proses perekaman pun akan dimulai, akan ada hitungan mundur sebelum proses berlangsung. Jika sudah mulai, Ada 3 tombol utama di bagian ini yaitu Delete (untuk menghapus video yang salah ambil), Pause dan Stop. Jika sudah puas merekam, silahkan klik Stop.
Selanjutnya video hasil rekaman kita akan ditampikan pada jendela preview, terdapat 3 pilihan di sini yaitu Save and Edit, Produce dan Delete.
Jika video sudah selesai boleh langsung di save, bisa kita lihat difolder dimana kita menyimpan nya. namun jika masih ada yang perlu di edit maka klik edit.
Jika sudah tidak ada yang diedit klik produce, Maka akan terbuka jendela untuk menyimpan materi video awal tersebut. Simpan sesuai dengan nama yang Anda inginkan. Jika sudah disimpan, kita akan memproduksi materi video awal ini menjadi video yang akan kita share di Youtube. Jendela Production Wizard pun akan terbuka secara otomatis.
Dari jendela di atas kita bisa bebas memilih format video apa yang akan kita jadikan outputnya nanti. Untuk Youtube, kita akan memilih Web sebagai format videonya. Klik Next untuk memulai memproduksi output video baru.
Di bagian ini Anda diberi pilihan ingin menaruh file di folder mana. Tentukan foldernya dan klik Finish. Selanjutnya proses rendering video pun akan dimulai, tunggulah beberapa menit sampai selesai.
Jika sudah selesai, maka akan terbuka jendela notifikasi status rendering video Anda. Berikut hasil video yang telah diproduksi akan tampil di browser Anda langsung.
Akan terlihat video tersebut dijendela web browser yang kita punya.  Seeperti gambar dibawah ini.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)



Nama satuan pendidikan        : SMA
Mata Pelajaran                        : Bahasa Inggris
Kelas/semester                       : X/1
Alokasi waktu                         : 2 x 45 menit
Aspek                                      : Kompetensi bahasa

Standar kompetensi :  Mengungkapkan makna dalam fungsional dan lancar berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi dasar    : mengungkapan makna dalam fungsional dalam penggunaan simple past tense dan present perfect tense
Indikator                   :
·         Menulis kalimat  the simple past tense
·         Menulis kalimat present perfect tense
·         Menyebutkan fungsi dari simple past tense dan present simple perfect tense
·         Siswa mendengarkan dan membaca banyak kalimat simple past tense dan present perfect tense, dalam berbagai konteks.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar